JANJIMU.COM, – SOPPENG – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng mengalami perlambatan cukup tajam pada Triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) turun dari 9,39 persen pada Triwulan I 2026 menjadi 2,91 persen pada Triwulan II 2026. Penurunan tersebut mencapai 6,48 poin persentase hanya dalam kurun waktu satu triwulan. Minggu, (20/9/2026).
Perlambatan juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi secara quarter-to-quarter (q-to-q). Pada Triwulan I 2026, ekonomi Soppeng masih tumbuh 1,15 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.
Namun pada Triwulan II 2026, pertumbuhan q-to-q justru tercatat minus 2,15 persen. Artinya, terjadi penurunan sebesar 3,30 poin persentase dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi tersebut turut tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan I 2026 tercatat Rp4.485,28 miliar, kemudian turun menjadi Rp4.453,95 miliar pada Triwulan II. Terdapat selisih sekitar Rp31,33 miliar.
Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) turun dari Rp2.318,86 miliar pada Triwulan I menjadi Rp2.269,00 miliar pada Triwulan II 2026. Selisihnya mencapai sekitar Rp49,86 miliar.
Pertanian Masih Jadi Penopang Utama
Pada Triwulan I 2026, sejumlah lapangan usaha mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 23,13 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 17,32 persen, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 11,38 persen.
Memasuki Triwulan II, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap struktur ekonomi Soppeng, yakni 29,26 persen.
Namun, sektor yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah tersebut justru mengalami kontraksi 2,56 persen pada periode tersebut.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mencatat pertumbuhan positif. Administrasi Pemerintahan tumbuh 10,60 persen, Konstruksi 9,03 persen, dan Industri Pengolahan 6,95 persen.
Data BPS tersebut menunjukkan adanya perubahan cukup signifikan dalam kinerja ekonomi Soppeng sepanjang semester pertama 2026.
Jika pada Triwulan I pertumbuhan ekonomi tahunan masih berada pada level 9,39 persen, maka pada Triwulan II pertumbuhan melambat menjadi 2,91 persen.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa kinerja ekonomi Soppeng pada Triwulan II menghadapi tekanan, terutama dengan terkontraksinya sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB daerah.






