Dibalik Antrean BBM dan Gelapnya Soppeng, ke Mana Wakil Rakyat?

JANJIMU.COM, – SOPPENG, – Antrean panjang BBM yang tak kunjung berakhir, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang diikuti lonjakan harga, hingga pemadaman listrik bergilir kini menjadi bagian dari keresahan masyarakat Soppeng.

Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan yang semakin ramai di ruang publik, di mana suara dan keberpihakan anggota DPRD kabupaten soppeng sebagai wakil rakyat?

Saat masyarakat berdesakan dalam antrean BBM dan harus menghadapi berbagai persoalan kebutuhan dasar, suara dari jajaran Kepolisian justru dinilai lebih lantang menyuarakan keresahan warga serta mendorong langkah penyelesaian. Sementara itu, keberadaan para wakil rakyat di tengah persoalan tersebut dinilai belum begitu terasa.

Rakyat bahkan merasa keluh kesah mereka lebih banyak tersampaikan melalui pemberitaan media. Para jurnalis turun langsung ke lapangan, menyaksikan antrean, mendengar keluhan warga, dan mengangkat kondisi yang terjadi ke ruang publik.

Sebaliknya, dari gedung legislatif, masyarakat mempertanyakan langkah konkret yang dilakukan untuk mendesak pemerintah segera mencari solusi.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Kepolisian yang selalu hadir menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat. Tapi, di mana para pemimpin yang kami pilih?” ungkap seorang warga dengan nada kecewa, Kamis (10/9/2026).

Kritik tersebut dinilai bukan sekadar luapan kekecewaan sesaat. Ini merupakan akumulasi keresahan masyarakat yang merasa persoalan kebutuhan dasar mereka belum mendapat perhatian maksimal.

Warga berharap persoalan BBM, elpiji, dan listrik tidak hanya menjadi bahan pemberitaan, tetapi juga menjadi perhatian serius para wakil rakyat untuk kemudian diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan penyampaian aspirasi.

Masyarakat pun menunggu kehadiran nyata, sikap tegas, serta langkah konkret dari para wakil rakyat Soppeng.

Sebab, kursi legislatif bukan sekadar tempat mendapatkan kehormatan dan jabatan. Di balik kursi tersebut terdapat amanah dan suara ribuan konstituen yang memilih mereka.

Wakil rakyat semestinya hadir bukan hanya ketika musim pemilihan tiba, tetapi justru ketika rakyat sedang berada dalam kesulitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *