JANJIMU.COM, – SOPPENG – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765, terselip pesan mendalam dari Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi denyut kehidupan masyarakat Bumi Latemmamala.
Di usia yang kian matang, Soppeng tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya yang panjang, tetapi juga meneguhkan jati diri sebagai daerah yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Dalam suasana kebersamaan, Suwardi Haseng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan warisan nilai budaya Bugis.
“Tiga nilai utama yang harus terus kita hidupkan adalah sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi,” ujarnya.
Nilai sipakatau mengajarkan pentingnya saling menghargai tanpa memandang latar belakang. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, nilai ini menjadi fondasi dalam menjaga harmoni sosial.
Sementara sipakainge mengandung makna saling mengingatkan dalam kebaikan. Nilai ini memperkuat kehidupan bermasyarakat, agar setiap individu tidak berjalan sendiri, melainkan saling menuntun menuju kebaikan bersama.
Adapun sipakalebbi mencerminkan sikap saling memuliakan, yang mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa hormat di tengah keberagaman.
Bagi Suwardi Haseng, ketiga nilai tersebut bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pedoman hidup yang tetap relevan sepanjang zaman. Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kekuatan karakter masyarakatnya.
Di tengah derasnya arus globalisasi, tantangan untuk menjaga nilai-nilai lokal kian besar. Namun, Soppeng diyakini mampu tetap kokoh dengan identitasnya, selama masyarakatnya terus berpegang pada prinsip-prinsip tersebut.
Perayaan HJS ke-765 pun menjadi lebih dari sekadar penanda usia. Ia menjelma sebagai ruang refleksi, tempat bertemunya masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu semangat: menjaga warisan nilai budaya demi keberlanjutan peradaban.
Soppeng hari ini adalah cerminan perjalanan panjang yang sarat makna. Di balik angka 765, tersimpan harapan agar nilai sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi terus hidup, mengakar, dan menjadi cahaya dalam setiap langkah masyarakatnya.












