JANJIMU.COM, – SOPPENG — Dinamika penentuan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) disebut masih sangat cair. Sejumlah kalangan menilai peluang terjadinya kebuntuan dalam penentuan figur ketua masih terbuka, meski tiga nama besar terus mengapung dalam bursa kandidat.
Tiga figur yang ramai diperbincangkan yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, serta Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Ketiganya dinilai memiliki kekuatan politik dan basis dukungan masing-masing, namun juga memiliki tantangan tersendiri dalam perebutan kursi Golkar Sulsel.
Situasi tersebut membuat publik mulai melihat kemungkinan lahirnya figur alternatif yang bisa menjadi jalan tengah apabila terjadi kebuntuan di tingkat elite partai. Pengamat menilai dinamika seperti ini pernah terjadi pada Musda Golkar sebelumnya saat nama Taufan Pawe muncul secara mengejutkan dan akhirnya memimpin Golkar Sulsel.
Kini, perhatian publik mulai tertuju ke Kabupaten Soppeng yang dinilai memiliki stok kader potensial. Salah satu nama yang mulai diperbincangkan adalah Supriansa. Kehadirannya dalam agenda konsolidasi Partai Golkar Sulsel di Soppeng kemarin sabtu, 16/5. dinilai memberi sinyal politik tersendiri.
Kedekatan Supriansa dengan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhiddin M Said juga menjadi sorotan. Sejumlah kader menilai hubungan tersebut membuat nama Supriansa masuk dalam radar Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai salah satu opsi alternatif.
Pemerhati politik di Soppeng, Askar Munir, menilai segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam dinamika internal Golkar.
“Bisa jadi Supri menjadi salah satu alternatif untuk mengendarai DPD I Golkar Sulsel apabila tiga nama yang selama ini mencuat tidak mencapai titik temu. Intinya semua keputusan tetap berada di tangan Ketua Umum DPP Golkar,” ujarnya.
Menurutnya, Golkar dikenal sebagai partai yang penuh kejutan dalam momentum Musda. Karena itu, munculnya figur alternatif dianggap bukan sesuatu yang mustahil terjadi dalam kontestasi kali ini.
Hingga kini, arah dukungan dan keputusan final terkait siapa yang akan memimpin Golkar Sulsel masih menunggu dinamika politik internal partai menjelang pelaksanaan Musda.
editor: Sahar








