Suwardi Haseng Bantah ke Gerindra, Justru Buka Sinyal Pimpin Golkar Soppeng

Berita, Makassar, Politik73261 Dilihat

JANJIMU.COM, – MAKASSAR – Rumor Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng bakal meninggalkan Partai Golkar dan menyeberang ke Partai Gerindra akhirnya dipatahkan langsung oleh Suwardi Haseng.

Tak sekadar membantah, Suwardi justru melontarkan pernyataan politik yang mempertegas loyalitasnya kepada partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Oh tidak, saya ini kader tulen Golkar,” tegas Suwardi di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulawesi Selatan di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Ia bahkan menegaskan kedekatannya dengan Golkar bukan sekadar hubungan politik.
“Urat nadiku ini Golkar, saya jadi bupati karena Golkar,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa isu dirinya akan berpindah haluan politik ke Gerindra tidak benar. Suwardi seolah ingin memastikan bahwa dirinya tetap berada di bawah naungan Partai Golkar.

Namun, pernyataan paling menarik justru muncul ketika pertanyaan diarahkan pada kemungkinan dirinya menduduki kursi Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng. Alih-alih menghindar, Suwardi justru membuka peluang tersebut.

“Insya Allah, kalau diberi amanah, siap. Golkar kan selalu sama-sama dengan pemerintah. Saya sekarang sudah jadi bupati, masa sih bukan saya yang ditunjuk,” katanya.

Pernyataan itu dinilai bukan sekadar jawaban normatif. Ada sinyal politik yang cukup terang di baliknya.

Suwardi memang tidak secara eksplisit menyatakan dirinya akan maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Soppeng. Namun, ia juga tidak menutup pintu. Bahkan, posisi sebagai bupati justru disebut sebagai salah satu alasan mengapa dirinya layak diperhitungkan untuk memimpin Golkar Soppeng.

Konstelasi Golkar Soppeng Memasuki Babak Baru, Tiga pernyataan Suwardi tersebut berpotensi mengubah peta pembicaraan politik di Soppeng.

Pertama, ia menegaskan tetap menjadi kader Golkar. Kedua, ia membantah isu penyeberangan ke Gerindra. Ketiga, ia secara terbuka menyatakan siap jika diberi amanah untuk memimpin Golkar Soppeng.

Dengan demikian, bola kini bukan lagi berada di tangan Suwardi. Bola berada di tangan Golkar.
Apakah partai berlambang pohon beringin itu akan menangkap sinyal yang dilempar sang bupati?
Atau justru membiarkan dinamika internal Golkar Soppeng berjalan dengan konfigurasi politik yang lain.

Yang jelas, Suwardi telah mengirim pesan politiknya secara terbuka. Ia tidak hengkang. Ia tidak menyeberang. Sebaliknya, ia justru membuka pintu menuju pusat kendali Partai Golkar Soppeng.

Pertanyaannya tinggal satu, apakah Beringin Soppeng akan memberikan komando kepada sang bupati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *