Breaking News: 9 Siswa Sekolah Rakyat Dilarikan ke Puskesmas Salotungo, Diduga Karena Mati Lampu

JANJIMU.COM, – SOPPENG – Sebanyak sembilan siswa Sekolah Rakyat dilarikan ke Puskesmas Salotungo, Kabupaten Soppeng, setelah tiba-tiba mengalami keluhan sakit pada bagian pinggang, dada dan perut, disertai lemas hingga sesak napas diduga karena mati lampu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam (22/9/2026). Para siswa sebelumnya mengikuti kegiatan rutin di lingkungan Sekolah Rakyat.

Salah satu wali asuh siswa, Adi, mengatakan sebelum kejadian para siswa telah melaksanakan sholat magrib dan makan bersama. Setelah itu, mereka melaksanakan sholat Isya di masjid. Namun, saat berada di masjid, tiba-tiba listrik padam. Tak lama kemudian, sejumlah siswa mengeluhkan kesakitan dibagian tubuhnya.

“Setelah sholat Magrib, mereka makan bersama. Kemudian sholat Isya di masjid. Tiba-tiba mati lampu, lalu ada yang mengeluh sakit pinggang, sakit dada dan sakit perut, lemas, bahkan sesak napas,” ujar Adi.

Melihat kondisi tersebut, sembilan siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Salotungo untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi di Puskesmas Salotungo juga menjadi perhatian. Saat para siswa tiba di ruang UGD, kondisi puskesmas disebut masih dalam keadaan mati lampu tanpa ada persiapan genset oleh pihak puskesmas.

Selain itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh, saat siswa dibawa ke UGD tidak terdapat dokter yang berjaga. Penanganan awal dilakukan oleh tenaga perawat hanya dilakukan pengobatan “daring”.

Salah seorang perawat yang ditemui mengatakan, keluhan yang dialami sejumlah siswa diduga berkaitan dengan rasa kaget saat listrik padam. Sebagian siswa juga mengalami keluhan sakit dada dan sakit maag.

“Diduga karena kaget. Ada yang sakit dada dan ada juga yang maag, kemungkinan karena terlambat makan,” kata perawat tersebut.

Perawat itu juga menyebut sebagian siswa memiliki riwayat penyakit maag.

Meski demikian, penyebab pasti keluhan yang dialami sembilan siswa tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, kondisi terkini para siswa belum diperoleh secara rinci. Pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai kondisi para siswa serta pelayanan medis yang diberikan setelah mereka tiba di Puskesmas Salotungo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *